Skip to main content

TIPS MENGHILANGKAN FUTUR (MALAS BERIBADAH)


1. Banyak-banyak istigfar, memohon ampun dan minta pertolongan ALLAH agar hati slalu dibukakan hidayah dan diperlembut untuk slalu senang mengerjakan ketaatan.

2. Paksakan ibadah. Setiap kali malas dan menunda-nunda beribadah, ingat sesuatuu hal "andai aku mati dalam keadaan seperti ini, bekal apa yang aku punya?" .
.
3. Jangan pernahh jauh jauh dari Al-Qur'an. Jangan pernah lupa baca Al-Qur'an, walau hanya satu lembar dalam sehari.
4. Carilah lingkungan yang bisa mendekatkan diri kepada ALLAH. Lingkungan yang membawa kepada kebaikan. Ikuti majelis ilmu, jangan tinggalkan kajian.
5. Jangan merasa diri telah berilmu. Karna akan menimbulkan penyakit ujub hingga malas beribadah dan menuntut ilmu. Ujub penyakit yang berbahaya. Review kembali kajian yang pernah diikuti. Murajaah ilmu-ilmu yang pernah dipelajari.
6. Carilah teman yang shalihah, teman yang bisa diajak diskusi perihal ilmu agama. Teman yang bisa saling mengingatkan dan merangkul.
7. Perbanyak dzikir, dan amalan sunnah laiinya. Jika susah, paksakan. In syaa ALLAH, nanti akan terbiasa. Dan sedih jika tertinggal.
8. Tinggalkan Musik
9. Paksakan.. Paksakan.. dan Paksakanlah hati dan diri kita untuk beribadah pun menuntut ilmu. Sekuat syaitan menggoda, jauh lebih kuat lagi kita mengelak dan melawan futur tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

Amalan solat sunat yang digalakkan dalam Islam

  Solat ialah amalan pertama dihitung apabila kita dihisab oleh Allah SWT, sekali gus kewajipan kepada setiap Muslim yang difardukan pada tahun kelima sebelum hijrah. Pentingnya solat kepada setiap Mukmin terlihat pada Al-Quran itu sendiri yang menceritakan mengenai solat tidak kurang 100 ayat. Antaranya firman Allah SWT yang maksudnya: “Benar-benar sangat beruntung orang yang beriman, yakni mereka yang khusyuk dalam mengerjakan sembahyang.” (Al-Mukminun: 2) Sementara Abu Hurairah RA menyebutkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal seseorang yang mula-mula sekali dihisab pada kiamat ialah solatnya; jika solatnya baik (diterima), maka beruntung dan berbahagialah dia. Jika solatnya rosak (tidak diterima), maka kecewa dan rugilah dia. Kiranya terkurang sesuatu daripada solat fardunya, Allah SWT berfirman: “Periksalah, adakah hambaku itu mempunyai solat sunat yang dapat menampung solat fardunya?” Demikianlah keadaan semua amalnya yang lain dihisab.” (Hadis Riwayat Tirmizi) Sudah...